Jumat, 27 November 2015

chandelier

Penyanyi dan pencipta lagu asal Australia, Sia Kate Isobelle Furler alias Sia, baru saja merilis album keenamnya, 1000 Forms of Fear. Single andalannya yang berjudul “Chandelier” sukses merebut hati pendengar.

Single itu berhasil menduduki top lima dalam tangga lagu di beberapa negara, seperti Australia, Norwegia, Prancis, Skotlandia, dan Selandia Baru.

Klip video yang diunggah lewat Youtube itu bahkan mampu menarik 62 juta penonton. Klip itu diunggah pada 6 Mei 2014 dengan menampilkan penari berusia 11 tahun, Maddie Zigler. Beberapa klip video parodi pun bermunculan di Youtube.

Single ini mendapatkan platinum dari Kanada, Selandia Baru, dan tiga kali platinum dari Australia. Ia mencatat sejarah untuk pertama kalinya menduduki peringkat 17 dalam Billboard Hot 100.

Dalam album ini, ia mengajak produser Greg Kurstin yang telah meraih penghargaan Grammy 2013 dalam album Stronger milik Kelly Clarkson untuk album pop vokal terbaik.

Greg juga pernah terlibat dalam album We Are Born. Sia turut mengajak DJ hip hop Diplo untuk single “Elastic Heart” yang merupakan soundtrack dalam film The Hunger Games: Catching Fire.

Uniknya, Sia berjanji tak akan memperlihatkan wajahnya dalam video dan foto. Ia lebih fokus terhadap seni visual. Ini merupakan bentuk promosi dalam album terbarunya ini. Bahkan dalam penampilannya di salah satu talk show terkenal, Ellen DeGeneres Show, ia tak menunjukkan wajahnya. Ia telah menandatangani kontrak dengan label RCA untuk tak melakukan tur atau promosi lewat media.

“Saya mempunyai konsep yang besar untuk album ini. Saya ingin mempresentasikan tidak mau menjadi terkenal. Saya hanya akan mempelihatkan rambut blonde. Saya pikir, ini merupakan produk terbaru. Saya hanya memperlihatkan rambut saja. Jadi ketika saya manggung, tidak akan memperlihatkan wajah. Saya akan menghadap ke belakang. Nantinya, banyak penari dan dekorasi panggung yang menarik untuk menunjang performa di panggung,” tutur Sia kepada majalah Dazed.

Sia mencoba tak banyak tampil di media massa. Padahal, ia merupakan artis yang sedang naik daun. Ia ingin masyarakat fokus kepada suaranya dibandingkan wajah atau penampilannya. Strategi unik dalam memasarkan album terbaru ini terbilang baru di industri musik.

Sia dikenal sebagai pencipta lagu hit untuk Beyoncé, Rihanna, Britney Spears, Katy Perry, Kylie Minogue, dan Christina Aguilera. Single hit “Titanium” bersama David Guetta sukses dalam top 10 Billboard Hot 100. Ia juga ikut memproduseri single hit "She Wolf (Falling to Pieces)”.

Keluarga Seniman
Sia lahir dari keluarga seniman. Sang ayah, Phil B Colson, merupakan musikus dari berbagai band, seperti Foreday Riders, Rum Jungle, Fat Time, Jump Back Jack, dan Mount Lofty Rangers. Sang ibu, Loene Furler, merupakan penyanyi, pencipta lagu, musikus, dan dosen seni.

Perempuan kelahiran Adelaide, 18 Desember 1975, ini mengawali karier sebagai vokalis band acid jazz, Crisp. Pada 1997, ia memulai karier solo dengan merilis debut album OnlySee yang berhasil terjual 1.200 kopi.

Tahun 2000, Sia menandatangani kontrak dengan anak perusahaan Sony Music, Dance Pool. Ia juga menjajdi penyanyi latar untuk Jamiroquai. Sia telah merilis tiga album solo, tapi tidak sukses di pasaran. Namun, album Some People Have Real Problems yang dirilis pada 2008 mencetak hit “Breathe Me”.

Sayangnya, Sia mempunyai ketergantungan dengan alkohol dan obat terlarang. Hingga kini, ia menghadapi kecanduannya. Saat ini, ia sedang menjalin pertunangan dengan sutradara Erik Anders Lang. (Berbagai Sumber)
berikut video chandelier^^

swift

Dia adalah putri dari Andrea Gardner (née Finlay), ibu rumah taga, dan Scott Kingsley Swift, pialang saham. Nenek dari ibunya, Majorie Finlay, adalah seorang penyanyi opera. Swift memiliki saudara yang lebih muda, Austin. Darah seninya mengalir dari neneknya yang seorang penyanyi opera. Taylor Swift juga mengidolakan penyanyi Shania Twain dan menjadikannya panutan dalam bernyanyi. Merupakan seorang penyanyi-penulis lagu bergenre musik Country dan aktris berkebangsaan Amerika Serikat. Swift paling dikenal oleh media karena rambut curly emasnya dan mata kucingnya yang berwarna biru. 

Taylor Swift gemar bernyanyi sejak kecil. Pada usia 3 tahun ia pernah bernyanyi di hadapan sekumpulan wisatawan ketika bertamasya dengan kedua orang tuanya. Ketika Swift di kelas empat, dia memenangkan kontes puisi nasional dengan sebuah puisi sepanjang tiga halaman berjudul "Monster in My Closet". Pada usia sepuluh., Seorang tukang reparasi komputer menunjukkan dia cara bermain tiga chords pada gitar, yang kemudian memicu minatnya dalam belajar instrumen. Setelah itu, Swift menulis lagu pertamanya, "Lucky You" Dia mulai menulis lagu secara teratur dan hal itu digunakannya sebagai tempat untuk membantunya dengan rasa sakit dia dari ketidaknyamanannya di sekolah.

Keluarganya mendukung penuh keinginan Taylor Swift untuk berkarir di dunia seni suara. Pada tahun 2005, mereka pindah dan menetap di Nashville. Pada saat itu juga Taylor Swift berhasil memukau sejumlah label lokal dengan lagu-lagunya. Pada tahun 2006, ia merilis debut single "Tim McGraw", kemudian debut self-titled album nya, yang mendapatkan penghargaan multi-platinum oleh Asosiasi Industri Rekaman Amerika dan dinominasikan untuk penghargaan Best New Artist di Grammy Awards ke-50. Pada bulan November 2008, Swift merilis album kedua, Fearless, dan membawa Swift meraih empat Grammy Awards, termasuk Album of the Year, di Grammy Awards 52. Fearless dan Taylor Swift sampai pada tahun 2008 masing-masing berada di urutan nomor tiga dan nomor-enam, dengan penjualan sebesar 2,1 dan 1,5 juta. Fearless menduduki puncak Billboard 200 selama 11 minggu non-berturut-turut 

Swift memulai karirnya saat masih remaja dengan merilis album debutnya, Taylor Swift, pada tahun 2006. Berakar di musik country, album tersebut menerima tanggapan baik dari para penikmat country dan membawanya ke sukses pop crossover. Album keduanya, Fearless (2008), meraih kesuksesan internasional dan memenangkan banyak penghargaan, termasuk Grammy Award untuk Album Terbaik Tahun Ini. Keberhasilannya berlanjut dengan Speak Now (2010) dan Red (2012). Pada tahun 2014, ia merilis 1989, dan menerima baik kesuksesan komersial maupun kritikus. Dideskripsikan sebagai album pop resmi pertamanya, 1989 merupakan album dengan penjualan terbanyak di Amerika Serikat selama tahun 2014.

Pada tahun 2007, Taylor Swift kembali merilis album bertajuk Sounds Of The Season, namun album tersebut tak berhasil di pasaran. Namun bukan Taylor Swift bila menyerah begitu saja. Pada musim panas tahun 2008, ia kembali merilis album Fearless, yang sukses besar. Album ini terjual sebanyak 330 ribu keping dalam minggu kedua setelah dirilis. Album tersebut berhasil membuatnya meraih penghargaan di ajang Grammy diantaranya untuk kategori Album of the Year dan Best Country Album. Kesuksesan di dunia musik membuka jalan bagi Taylor Swift untuk merambah dunia akting. Tercatat beberapa judul film pernah dibintanginya, antara lain Valentine dan Hannah Montana : The Movie. Pada tahun 2008, ia mendapatkan ijazah SMAnya, Dia lulus dari sekolah tinggi pada Juli 2008 dari Akademi Harun, Sekolah Kristen SMA di Hendersonville, Tennessee.

Kesuksesan Taylor Swift tersebut ternyata tak selamanya berbuah positif. Ia kerap dicibir oleh sesama rekannya yang lebih senior. Kejadian paling frontal adalah pada saat penghargaan MTV VMA 2009 lalu. Saat itu Taylor memenangkan penghargaan kategori Best Video Clip untuk lagu “You Belong With Me”. Pada saat berpidato kemenangan, tiba-tiba penyanyi rap senior Kanye West naik ke panggung dan ‘menghujat’ Taylor Swift. Kanye berkata bahwa Taylor tidak pantas memenangkan penghargaan tersebut, yang menurutnya lebih pantas diberikan kepada Beyonce Knowles dengan video “Single Ladies (Put a Ring on It). Taylor mengaku sangat kaget dan kecewa dengan perlakuan tersebut, namun ia menerimanya dengan hati terbuka. Beberapa lama kemudian, Kanye West secara langsung mendatangi Taylor Swift untuk meminta maaf atas kelakuannya.

Swift kemudian merilis album keduanya, Fearless pada November 2008 dan langsung sangat sukses. Pada awal pembukaannya, album tersebut terjual sebanyak 592,300 kopi, merupakan jumlah terbanyak untuk seluruh artis wanita pada tahun 2008. Hanya dalam dua bulan, album tersebut sukses terjual 2,2 juta kopi. Album tersebut juga terdaftar dalam peringkat 1 untuk Billboard 200 selama 11 minggu tidak berurutan dan juga peringkat 1 untuk Billboard Hot Country Albums untuk 35 minggu tidak berurutan. Empat singel dirilis sebagai singel promosi dari Fearless, dan keempatnya mendapatkan sambutan yang sangat meriah. Singel tersebut adalah "Change", "Fearless", "You're Not Sorry", dan "You Belong with Me", yang langsung masuk ke peringkat 10, 9, 11, dan 12, berurutan. Swift adalah artis pertama yang mampu melakukan hal ini.

Pada Februari 2010, ia mendapatkan 8 nominasi Grammy Awards dan mendapatkan 4 diantaranya, antara lain Album of the Year dan Best Country Album untuk Fearless, serta Best Female Country Vocal Performance dan Best Country Song untuk "White Horse". Ia juga dinominasikan sebagai Best New Artist tahun 2008 lalu (lolos pada Amy Winehouse), dan dinominasikan untuk 4 kategori lain, yaitu Record of the Year, Song of the Year, dan Best Female Pop Vocal Performance untuk "You Belong with Me" dan Best Pop Collaborations with Vocal untuk "Breathe", bersama Colbie Caillat. 

Swift lalu muncul dalam film Valentine's Day, dan menyanyikan lagu utama dalam soundtracknya, yang berjudul "Today Was a Fairytale". Reaksi lagu ini sangat dahsyat, dan dalam seminggu lagu ini telah terjual 325.000 kopi, dan langsung mendapatkan posisi 2 di Billboard Hot 100. Mengalahkan rekor yang sebelumnya dipegang Britney Spears dan lagunya "Womanizer" yang terjual 280.000 kopi pada minggu pertamanya. 

Di luar musik, Taylor Swift adalah pribadi yang lembut dan bersahaja. ia pernah menjalin cinta dengan beberapa selebriti, di antaranya Joe Jonas dan Taylor Lautner. Hubungannya dengan Joe Jonas berakhir ‘tragis’ saat Joe memutuskannya via telepon. Taylor mengabadikan kejadian tersebut lewat sebuah lagu berjudul ‘Forever and Always’ yang menjadi salah satu lagu dalam album ‘Fearless‘. 

Misteri di balik film TOTORO

Film animasi Totoro ternyata memiliki sebuah misteri yang sampai saat ini masih menjadi suatu pertanyaan. Setelah menyaksikan film Totoro, tentu kita akan berpikir bahwa Totoro merupakan roh pohon atau roh gunung yang baik hati dan menyukai anak-anak, karena hanya anak-anak yang bisa bertemu dan melihatnya. Tulisan kali ini, mungkin akan mengubah pendapat anda tentang Totoro, tapi disini saya tidak menghakimi Totoro secara lansung, sampai sekarang pun saya tetap jatuh hati pada film ini, film yang secara objektif penuh dengan hal positif. Tulisan ini tidak berdasarkan pendapat saya, tapi merupakan rangkuman dari beberapa artikel yang membahas tentang rumor dibalik film ini. Pendapat saya pribadi, saya tidak bisa menetapkan bahwa rumor tersebut benar atau salah, tapi kalau berdasarkan bukti-bukti yang dipaparkan, berkemungkinan bahwa film ini terinspirasi dari rumor tersebut, yang oleh kreatifitas sang director mengubahnya menjadi film animasi yang imajinatif dan penuh nilai positif.
Saya akan menyampaikan beberapa rumor di balik film Totoro ini. saya sarankan kepada anda yang menyukai film ini, jika anda tidak ingin pandangan anda terhadap film ini berubah, jangan lanjutkan untuk membaca artikel ini.
Rumor tersebut mangatakan bahwa Totoro bukanlah Roh pohon atau Roh Gunung, tapi melainkan Totoro adalah dewa kematian. Bagi siapa yang dapat melihat Totoro atau Susuwatari/Mokurokurosuke, maka orang tersebut akan segera meninggal. Apakah rumor itu benar atau tidak mari kita kupas satu-persatu.
Kenapa Totoro dianggap sebagai Shinigami atau dewa kematian, karena film ini dihubungkan dengan pembunuhan yang terjadi pada tanggal 1 Mei 1963, yang dinamakan 狭山事件 “Sayama Jiken” atau insiden Sayama. Kejadian ini terjadi di Sayama, Saitama prefecture. Pada suatu hari seorang anak perempuan yang baru pulang dari sekolahnya hilang, dan beberapa waktu kemudian mayatnya ditemukan di pinggir hutan. Orang yang pertama kali menemukan mayat sang adik adalah kakaknya sendiri. Ketika melihat kenyataan bahwa adiknya dibunuh, sang kakak menjadi trauma. Dan ketika ditanya apa yang terjadi, sang kakak menjawab “saya bertemu dengan Tanuki (sejenis rakun) yang sangat besar” dan “saya juga melihat monster kucing”. Apakah jawaban ini menginspirasi tokoh-tokoh dalam film Totoro?.
Kalau hanya berdasarkan cerita ini, mungkin belum bisa membuktikan bahwa film ini berhubungan dengan insiden Sayama, pada adegan dalam film jika kita perhatikan dengan sangat cermat, maka akan kita temukan beberapa fakta.
Pertama tulisan 狭山茶 “Sayamacha” yang artinya teh dari Sayama yang terlihat pada kotak, pada saat nenek Kanta dan Mei menyusun barang-barang.
4 
Tulisan kanji Sayamacha dengan latar biru
poster yang digunakan oleh Studio Ghibli dalam mengiklankan film ini, terlihat bahwa, bukan Satsuki yang memegang payung sebagaimana terdapat dalam film. melainkan Mei yang menggunakan baju Satsuki, tentu saja ini menjadi sebuah pertanyaan? ada apa dengan Mei? apakah Mei baru pulang sekolah, kemudian menunggu bus?
vhscover 
Poster Tonari no Totor; terlihat Mei yang menggunakan payung
Nama Satsuki dan Mei, insiden Sayama terjadi di bulan Mei, sama dengan nama adek yang bulan Mei, sedangkan Satsuki juga berarti bulan Mei dengan pengucapan yang berbeda dalam bahasa Jepang.
Rumah sakit tempat Ibu Mei dan Satsuki dirawat bernama 七国病院 shichikoku byouin, jika diartikan akan menjadi “Rumah Sakit Tujuh Negara”, sedangkan nyatanya di daerah Sayama, Saitama prefecture terdapat rumah sakit 八国病院 hachikoku byouin, yang berarti “Rumah Sakit Delapan Negara”.
Totoro17 
Kanji untuk rumah sakit tempat ibu Mei dan Satsuki dirawat
Ketika Mei menghilang, kemungkinan Mei sudah meninggal tenggelam di dalam kolam. Karena sepatu yang sama yang dipakai oleh Mei ditemukan disana. Tapi setelah dicermati lagi, sepatu yang digunakan oleh Mei berbeda dengan yang ditemukan di kolam. Tapi disini timbul suatu pertanyaan, apabila Mei sudah meninggal, dan Totoro merupakan dewa kematian. Pada saat Satsuki meminta pertolongan pada Totoro untuk mencari Mei, pada saat itu juga Satsuki meninggal atau memasuki dunia lain, karena dalam adegan ini, kita tidak melihat bayangan milik Satsuki, ini merupakan suatu pertanyaan, kenapa Ghibli studio yang terkenal dengan detailnya melupakan ini. pada saat kaki Satsuki kotor digambarkan dengan jelas. Dan juga waktu Satsuki mencari Mei di persimpangan jalan, saat itu Satsuki masih memiliki bayangan.
Totoro13 
Sepatu yang digunakan oleh Mei
Totoro1 
Sepatu yang ditemukan di Kolam
Totoro10Satsuki mencari Mei; masih memiliki bayangan
Totoro11 
Kaki Satsuki yang Kotor
Totoro3 
Satsuki meminta pertolongan Totoro
Totoro4 
Satsuki yang memasuki terowongan dan tidak memiliki bayangan
Nekobasu, yang diminta oleh Totoro untuk mengantar Satsuki ke tempat Mei berada, pada bagian atas dari Nekabasu terdapat kanji yang merupakan nama tempat yang dituju. Disana terdapat kanji 墓道, apabila kita menggunakan google translate untuk mengartikan kata-kata ini, maka artinya adalah jalan kuburan, kalau di dalam film diartikan “Cemetery-shrine” atau pemakaman suci. Apakah tugas dari nekobasu itu sendiri?, apakah dia merupakan alat transportasi menuju dunia lain yang digunakan oleh Totoro?. Dan juga Nekobasu tidak bisa dilihat oleh orang dewasa pada umumnya.
Totoro7 
Tulisan kanji tujuan dari Nekobasu
Totoro14Totoro15 
Kedua orang dewasa ini, tidak bisa melihat Nekobasu
Masih terdapat beberapa hal lainnya yang menghubungkan film ini dengan insiden pembunuhan di Sayama.