Jumat, 27 November 2015

Misteri di balik film TOTORO

Film animasi Totoro ternyata memiliki sebuah misteri yang sampai saat ini masih menjadi suatu pertanyaan. Setelah menyaksikan film Totoro, tentu kita akan berpikir bahwa Totoro merupakan roh pohon atau roh gunung yang baik hati dan menyukai anak-anak, karena hanya anak-anak yang bisa bertemu dan melihatnya. Tulisan kali ini, mungkin akan mengubah pendapat anda tentang Totoro, tapi disini saya tidak menghakimi Totoro secara lansung, sampai sekarang pun saya tetap jatuh hati pada film ini, film yang secara objektif penuh dengan hal positif. Tulisan ini tidak berdasarkan pendapat saya, tapi merupakan rangkuman dari beberapa artikel yang membahas tentang rumor dibalik film ini. Pendapat saya pribadi, saya tidak bisa menetapkan bahwa rumor tersebut benar atau salah, tapi kalau berdasarkan bukti-bukti yang dipaparkan, berkemungkinan bahwa film ini terinspirasi dari rumor tersebut, yang oleh kreatifitas sang director mengubahnya menjadi film animasi yang imajinatif dan penuh nilai positif.
Saya akan menyampaikan beberapa rumor di balik film Totoro ini. saya sarankan kepada anda yang menyukai film ini, jika anda tidak ingin pandangan anda terhadap film ini berubah, jangan lanjutkan untuk membaca artikel ini.
Rumor tersebut mangatakan bahwa Totoro bukanlah Roh pohon atau Roh Gunung, tapi melainkan Totoro adalah dewa kematian. Bagi siapa yang dapat melihat Totoro atau Susuwatari/Mokurokurosuke, maka orang tersebut akan segera meninggal. Apakah rumor itu benar atau tidak mari kita kupas satu-persatu.
Kenapa Totoro dianggap sebagai Shinigami atau dewa kematian, karena film ini dihubungkan dengan pembunuhan yang terjadi pada tanggal 1 Mei 1963, yang dinamakan 狭山事件 “Sayama Jiken” atau insiden Sayama. Kejadian ini terjadi di Sayama, Saitama prefecture. Pada suatu hari seorang anak perempuan yang baru pulang dari sekolahnya hilang, dan beberapa waktu kemudian mayatnya ditemukan di pinggir hutan. Orang yang pertama kali menemukan mayat sang adik adalah kakaknya sendiri. Ketika melihat kenyataan bahwa adiknya dibunuh, sang kakak menjadi trauma. Dan ketika ditanya apa yang terjadi, sang kakak menjawab “saya bertemu dengan Tanuki (sejenis rakun) yang sangat besar” dan “saya juga melihat monster kucing”. Apakah jawaban ini menginspirasi tokoh-tokoh dalam film Totoro?.
Kalau hanya berdasarkan cerita ini, mungkin belum bisa membuktikan bahwa film ini berhubungan dengan insiden Sayama, pada adegan dalam film jika kita perhatikan dengan sangat cermat, maka akan kita temukan beberapa fakta.
Pertama tulisan 狭山茶 “Sayamacha” yang artinya teh dari Sayama yang terlihat pada kotak, pada saat nenek Kanta dan Mei menyusun barang-barang.
4 
Tulisan kanji Sayamacha dengan latar biru
poster yang digunakan oleh Studio Ghibli dalam mengiklankan film ini, terlihat bahwa, bukan Satsuki yang memegang payung sebagaimana terdapat dalam film. melainkan Mei yang menggunakan baju Satsuki, tentu saja ini menjadi sebuah pertanyaan? ada apa dengan Mei? apakah Mei baru pulang sekolah, kemudian menunggu bus?
vhscover 
Poster Tonari no Totor; terlihat Mei yang menggunakan payung
Nama Satsuki dan Mei, insiden Sayama terjadi di bulan Mei, sama dengan nama adek yang bulan Mei, sedangkan Satsuki juga berarti bulan Mei dengan pengucapan yang berbeda dalam bahasa Jepang.
Rumah sakit tempat Ibu Mei dan Satsuki dirawat bernama 七国病院 shichikoku byouin, jika diartikan akan menjadi “Rumah Sakit Tujuh Negara”, sedangkan nyatanya di daerah Sayama, Saitama prefecture terdapat rumah sakit 八国病院 hachikoku byouin, yang berarti “Rumah Sakit Delapan Negara”.
Totoro17 
Kanji untuk rumah sakit tempat ibu Mei dan Satsuki dirawat
Ketika Mei menghilang, kemungkinan Mei sudah meninggal tenggelam di dalam kolam. Karena sepatu yang sama yang dipakai oleh Mei ditemukan disana. Tapi setelah dicermati lagi, sepatu yang digunakan oleh Mei berbeda dengan yang ditemukan di kolam. Tapi disini timbul suatu pertanyaan, apabila Mei sudah meninggal, dan Totoro merupakan dewa kematian. Pada saat Satsuki meminta pertolongan pada Totoro untuk mencari Mei, pada saat itu juga Satsuki meninggal atau memasuki dunia lain, karena dalam adegan ini, kita tidak melihat bayangan milik Satsuki, ini merupakan suatu pertanyaan, kenapa Ghibli studio yang terkenal dengan detailnya melupakan ini. pada saat kaki Satsuki kotor digambarkan dengan jelas. Dan juga waktu Satsuki mencari Mei di persimpangan jalan, saat itu Satsuki masih memiliki bayangan.
Totoro13 
Sepatu yang digunakan oleh Mei
Totoro1 
Sepatu yang ditemukan di Kolam
Totoro10Satsuki mencari Mei; masih memiliki bayangan
Totoro11 
Kaki Satsuki yang Kotor
Totoro3 
Satsuki meminta pertolongan Totoro
Totoro4 
Satsuki yang memasuki terowongan dan tidak memiliki bayangan
Nekobasu, yang diminta oleh Totoro untuk mengantar Satsuki ke tempat Mei berada, pada bagian atas dari Nekabasu terdapat kanji yang merupakan nama tempat yang dituju. Disana terdapat kanji 墓道, apabila kita menggunakan google translate untuk mengartikan kata-kata ini, maka artinya adalah jalan kuburan, kalau di dalam film diartikan “Cemetery-shrine” atau pemakaman suci. Apakah tugas dari nekobasu itu sendiri?, apakah dia merupakan alat transportasi menuju dunia lain yang digunakan oleh Totoro?. Dan juga Nekobasu tidak bisa dilihat oleh orang dewasa pada umumnya.
Totoro7 
Tulisan kanji tujuan dari Nekobasu
Totoro14Totoro15 
Kedua orang dewasa ini, tidak bisa melihat Nekobasu
Masih terdapat beberapa hal lainnya yang menghubungkan film ini dengan insiden pembunuhan di Sayama.

2 komentar:

Unknown mengatakan...

Baru tau..

yeonbin mengatakan...

apiikk

:a: :b: :c: :d: :e: :f: :g: :h: :i: :j: :k: :l: :m: :n:

Posting Komentar